4G LTE RADIO NETWORK PLANNING

Assalamu’alaikum Wr. Wb

 

Vidio 4G LTE RADIO NETWORK PLANNING

https://youtu.be/YQ6tnV1n6JU

Vidio dibuat pada tanggal 10 Juli 2018, vidio ini bertujuan untuk memenuhi tugas besar Mata Kuliah Komunikasi Seluler dari Program Studi Teknik Telekomunikasi angkatan 2015 Institut Teknologi Telkom Purwokerto.

Vidio ini dibuat oleh Anggota Kelompok dari Kelas S1 TTA 15 yang beranggotakan:

1. Ajun Wicaksono (15101005)

2. Azwar Riza Pangestu (15101009)

3. Dinar Ahmad Harish (15101013)

 

4G adalah singkatan atau kepanjangan dari Fourth Generation alias generasi keempat dari standar teknologi informasi dan komunikasi. Jaringan 4G, diyakini memberikan banyak fitur dan nilai tambah daripada 3G. Selain memiliki semua fasilitas 3G, transmisi data 4G diyakini mempunyai standar kecepatan transmisi berkisar antara 100 Mbps–1 Gbps. Percakapan, internet, chatting, jejaring, permainan, video atau apa pun fitur yang ada di dalamnya dapat dinikmati lebih baik dari 3G.

Dalam perencanaan jaringan 4G LTE menggunakan 2 perhitungan yaitu Pathloss dan Link Budget. Menggunakan perhitungan tersebut karena akan mendapatkan kondisi terbaik dari suatu perencanaan dan mudah untuk melakukan perbaikan perencanaan. Itu penjelasan secara umumnya, kalo lebih jelasnya lagi bisa tonton di vidio sampai habis.

ppt: Perencanaan 4G LTE

Wasalamu’alaikum Wr. Wb

Operator HCPT/ H3I Di Indonesia

A. SEJARAH

Semuanya berawal dari salah satu perusahaan layanan telekomunikasi terbesar di dunia yaitu Hutchison Telecom International, yang memiliki visi “Memberikan layanan komunikasi hari esok pada masyarakat ini”. Dari visi inilah Hutchison CP Telecommunications Indonesia (HCPT) dibentuk dan untuk merealisasikan visi tersebut.[1]

Hutchison CP Telecommunications Indonesia (HCPT) sebelumnya bernama PT. Cyber Access Communications yang telah mendapat izin sebagai operator seluler GSM pada 2004. CAC diambil alih oleh Hutchison Telecommunications International Ltd (HTIL) dari Hongkong yang menguasai 65% sahamnya melalui anak usaha Hutchison Whampoa. Sedangkan Charoen Popkhand Group dari Thailand menguasai 35% saham HCPT. HTIL merupakan penyedia layanan 3G   yang menjalankan tiga merek telekomunikasi yang berbeda yaitu Hutch, Kasapa dan Three (Tri/3) di sembilan pasar di Afrika dan Asia termasuk Indonesia. Sementara Charoen Pokphand merupakan perusahaan multinasional Thailand yang telah ada di Indonesia sejak 1971 dengan mempekerjakan 30.000 pegawai.[2]

HCPT beroperasi secara resmi sejak 30 Maret 2007 sebagai salah satu wajah baru di industri telekomunikasi selular Indonesia yang mengoperasikan layanan 2G dan 3G dengan mengusung brand “3”.[3] PT Hutchison CP Telecommunications kemudian merubah nama perusahaan menjadi PT. Hutchison 3 Indonesia. PT. Hutchison CP Telecommunications (HCPT) berubah nama menjadi PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) sejak 10 April 2013, sehubungan dengan peralihan 35% saham dari Charoen Pokphand ke Northstar Pacific.[4]

B. TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN DAN FREKUENSINYA

Hutchison 3 Indonesia menggunakan teknologi 2G, 3G, dan 4G. Pada teknologi 2G menggunakan frekuensi 1800 MHz. Pada 2011 HCPT mendapatkan alokasi penambahan kanal frekuensi berbasis teknologi generasi ketiga (3G) sebesar 5 MHz. Ini merupakan penambahan frekuensi berbasis 3G.yang pertama dilakukan oleh HCPT.[5] Untuk layanan 3G di 2.100 MHz. Tri baru meluncurkan jaringan 4G pada bulan Maret 2016. Ketika itu, mereka menyediakan jaringan 4G di 6 kota. Untuk layanan 4G di 1800 MHz.[6]

Total spektrum yang ditempati Tri saat ini hanya 20 MHz, yakni 10 MHz di 1.800 MHz dan 10 MHz lainnya di 2,1 GHz. Praktis, hanya 5 MHz saja yang bisa dimaksimalkan operator ini saat ekspansi 4G. Karena sisanya, masih digunakan untuk melayani 2G dan 3G.[7]

C. JUMLAH BTS

H3I memiliki jumlah BTS berbeda di beberapa tahun, yakni:

  • Tahun 2010 = 6500 BTS
  • Tahun 2011 = 9800 BTS
  • Tahun 2012 = 14500 BTS
  • Tahun 2013 = 22.000 BTS

Pada 27 Feb 2013 (www.indotelko.com), “Operator ini  memiliki 10 ribu unit node-B untuk 3G dan 15 ribu base station transceiver 2G yang ditopang oleh 15 ribu titik menara.” Kemudian di tahun 2017 H3I sudah memiliki 40.000 BTS, dan fiber optic sepanjang 14.000 Km.

D. JUMLAH PELANGGAN

Pada tahun 2008, Tri memiliki 2,3 juta pelanggan, Hingga 30 Juni 2012, Hutchison 3 telah memiliki 21 juta pelanggan dan menguasai pangsa pasar hingga 10%.[8] Kemudian tahun 2013 pelanggan Tri bertambah 1 juta pelanggan menjadi 22 juta pelanggan seluler dengan pengguna data sekitar 13,5 juta. Kemudian di tahun 2017 setelah penambahan teknologi 4G, pelanggannya adalah 58 jutaaan dengan 70-80 % adalah pengguna data.

 

E. DAFTAR PUSTAKA

  1. https://ikeandriani.wordpress.com/2009/10/15/sejarah-three/
  2. https://www.indotelko.com/kanal?c=id&it=cp-resmi-lepas-saham-di-tri
  3. http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/632/jbptitbpp-gdl-luthfifadi-31555-2-2008ts-1.pdf
  4. http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=download&sub=DownloadFile&act=view&typ=html&id=83957&ftyp=potongan&potongan=S2-2015-325743-chapter1.pdf
  5. http://www.datacon.co.id/Telekomunikasi-2011Industri.html
  6. https://tekno.kompas.com/read/2017/04/12/17410077/ini.strategi.tri.menangkan.lelang.frekuensi.2.100.mhz
  7. https://inet.detik.com/telecommunication/d-3444473/frekuensi-terbatas-tri-nekat-geber-4g-di-227-kota
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/3_(telekomunikasi)

 

Silahkan download file pdf ataupun file ptt jika dibutuhkan.

download PDF  atau download PPT